Postingan

"๐—๐—ฎ๐˜„๐—ถ" ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—ธ๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐˜€๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐— ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐˜†๐˜‚ ๐—ธ๐—น๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ธ

Gambar
Mungkin kita sering mendengar istilah "๐‰๐š๐ฐ๐ข", Secara umum, Jawi bisa dikatakan adalah nama lain dari "๐Œ๐ž๐ฅ๐š๐ฒ๐ฎ", termasuk didalamnya istilah-istilah seperti negri Jawi, bahasa Jawi, tulisan Jawi, bangsa Jawi/bani Jawi, etc Untuk bisa memahami apa itu "๐‰๐š๐ฐ๐ข", kita harus merujuk kepada naskah-naskah bahasa Melayu itu sendiri. Naskah-naskah Melayu sering menyebut tentang bahasa Jawi atau negri Jawi, namun tidak pernah menyebutkan tentang bangsa Jawi atau Bani Jawi. Yang menarik adalah meskipun bahasa Melayu klasik berkembang dan mencapai standar formalnya di Kesultanan Melaka, namun kata "๐‰๐š๐ฐ๐ข" sendiri pertama kali muncul pada naskah-naskah Melayu kesultanan Aceh tahun 1500an-1600an. "๐‰๐š๐ฐ๐ข" di setiap naskah-naskah Melayu dari berbagai wilayah memiliki perbedaan arti, beberapa contohnya antara lain: Di Aceh: Dalam naskah-naskah Melayu Pasai dan Aceh, "๐‰๐š๐ฐ๐ข" bermakna Bahasa Melayu ~ Hikayat Bayan Budiman (Ka...

"๐—ฆ๐—ฟ๐—ถ๐˜„๐—ถ๐—ท๐—ฎ๐˜†๐—ฎ" ๐——๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—ฆ๐˜‚๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ-๐—ฆ๐˜‚๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ ๐— ๐—ฎ๐—ป๐˜‚๐˜€๐—ธ๐—ฟ๐—ถ๐—ฝ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—Ÿ๐—ฒ๐—ด๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ ๐—Ÿ๐—ผ๐—ธ๐—ฎ๐—น

Gambar
Banyak yang meragukan eksistensi Sriwijaya sebagai entitas politik di masa lalu dengan alasan bahwa nama "Sriwijaya" baru muncul di abad ke-20 melalui penelitian-penelitian sejarawan barat, utamanya oleh G. Coeddes. Namun jika kita mau menelisik sumber-sumber lokal Nusantara, maka kita akan menemukan beberapa petunjuk mengenai adanya kerajaan besar di wilayah Sumatera, terutama di Palembang-Jambi, beberapa diantaranya adalah: - ๐—ž๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ท๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ๐—ฟ ๐—ฆ๐—ฒ-๐—ฆ๐˜‚๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฃ๐—ฎ๐—น๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ท๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ต ๐— ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐˜†๐˜‚ (๐Ÿญ๐Ÿฒ๐Ÿญ๐Ÿฏ ๐— ) Dalam Sejarah Melayu disebutkan : " Sebermula dihikayatkan oleh orang yang empunya hikayat ini, bahawa negeri Palembang itu Palembang yang ada sekarang ini inilah. Dahulu negeri itu terlalu besar, sebuah negeri di Tanah Andalas tiada  sepertinya".  Dalam petikan teks dari Sejarah Melayu ini disebutkan bahwa dahulu sebelum masa Sang Sapurba & Demang Lebar Daun, Palembang pernah menjadi negeri terbesar di Anda...

๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐—ธ ๐—ฆ๐—ถ๐—น๐—ฎ๐˜ ๐——๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—–๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—Ÿ๐—ถ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜๐˜‚๐—ฟ & ๐—ก๐—ฎ๐˜€๐—ธ๐—ฎ๐—ต ๐—ก๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ

Gambar
Pencak silat adalah jenis seni bela diri yang dipraktekkan di Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, bahkan hingga ke selatan Thailand dan selatan Filipina. Pencak Silat telah lama dicatat dalam berbagai literatur di Nusantara, yakni: ~ ๐—–๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐˜‚๐—ฎ ๐˜๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ด "๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐—ธ/๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐—ธ" Prasasti Bukit Siguntang ( abad ke-7, Palembang) Dalam teksnya dimuat kata " ๐—บ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐—ธ yam prajฤ ini" (baris 13), oleh Casparis mamaรฑcak pada kalimat ini ditafsirkan mungkin merujuk kepada pertempuran atau tarian kemenangan. ~ ๐—–๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐˜‚๐—ฎ ๐˜๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ด "๐˜€๐—ถ๐—น๐—ฎ๐˜" ๐— ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐˜†๐˜‚ Syair Sinyor Kosta oleh Sultan Mahmud Badaruddin II (1700-an, Palembang)  | Sambil jalan anak Peranggi, main ๐˜€๐—ถ๐—น๐—ฎ๐˜ bagai-bagai, ada ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐—ธ berseligi, sama cepat bukan lagi. | l Ada ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐—ธ main pedang, dengan tambur serunai gendang, semua nyonya atas gudang, sangat suka pada mandang. | Misa Melayu oleh Raja Chulan bin Hamid, (1700an, Perak)...

๐——๐—ผ๐—ธ๐˜‚๐—บ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ž๐˜‚๐—ป๐˜๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ธ / ๐—ฃ๐—ผ๐—ป๐˜๐—ถ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ธ ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐—–๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—Ÿ๐—ผ๐—ธ๐—ฎ๐—น & ๐—”๐˜€๐—ถ๐—ป๐—ด

Pontianak atau Kuntilanak di Nusantara (Indonesia & Malaysia) telah terdokumentasi dalam catatan lokal ataupun catatan asing sejak tahun 1600an, beberapa diantaranya yakni: - Description of Malaca, Meridional India, and Cathay (Manuel Godinho de Erรฉdia, 1613) "Ada jenis penyihir lain, yang disebut " ponteanas", yang biasanya ditemukan tergantung di pohon-pohon tinggi dan pohon poplar atau " budes ": " ponteanas" ini dikatakan adalah wanita yang meninggal saat melahirkan, dan oleh karena itu merupakan musuh manusia: "ponteana" ini, khususnya, seharusnya merupakan jenis setan, karena punggung mereka terbuka dan terbakar" - Cerita Kutai (1625) dalam De Kroniek van Kutai (C. A. Mess, 1935) "berbunyilah yang Babu Jaruma: "Di mana suara tangis kanak-kanak itu." Maka bunyi lakinya: "Awak ini sedengar-dengari saja entah suara tangis anak bajangkah entah suara tangis puntianakkah siapa tahunya." Maka bunyi bininya: ...

๐—”๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ต ๐—ป๐—ฎ๐—บ๐—ฎ ๐— ๐—ฎ๐—น๐—ฒ๐˜‚-๐—ธ๐—ผ๐—น๐—ผ๐—ป ๐—ฏ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ-๐—ฏ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—บ ๐˜๐—ฒ๐—ธ๐˜€ ๐—š๐—ฒ๐—ผ๐—ด๐—ฟ๐—ฎ๐—ฝ๐—ต๐—ถ๐—ฎ ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐˜†๐—ฎ ๐—ฃ๐˜๐—ผ๐—น๐—ฒ๐—บ๐˜† ๐˜๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐Ÿญ๐Ÿฑ๐Ÿฌ ๐— ?

Gambar
Geographia versi Ptolemy yang dibuat sekitar 150 M tidak survive manuskrip aslinya, yang kita ketahui sekarang adalah hasil penemuan kembali oleh Planudes pada 1295 M, ia berusaha mencari manuskrip-manuskrip salinan Geographia dan berhasil menemukannya, sayang manuskrip-manuskrip yang ia temukan tidak memuat peta, jadi Planudes kemudian merekonstruksi peta berdasarkan keterangan yang ada di Geographia, jadi peta Geographia yang kita ketahui sekarang adalah hasil rekonstruksi Planudes pada abad ke-13. Sedangkan versi cetak print Geographia sendiri baru muncul pada 1533 M. Ditinjau dari gaya tulisan naskah temuan Planudes tersebut menggunakan gaya tulisan Greek miniscule. Gaya tulisan Greek miniscule baru mulai muncul pada abad ke-10, jadi naskah Geographia temuan Planudes paling tua ditulis pada abad ke-10 dan setelahnya. Eksistensi Geographia yang asli sendiri masih eksis setidaknya sampai abad ke-5 M ketika Pappus of Alexandria membuat commentary atas buku ini (tanpa melakukan revisi)...

๐€๐ฐ๐š๐ฅ ๐Œ๐ฎ๐ฅ๐š ๐๐ž๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ง๐š๐š๐ง ๐†๐ž๐ฅ๐š๐ซ ๐’๐ฎ๐ฅ๐ญ๐š๐ง ๐๐š๐ ๐ข ๐‘๐š๐ฃ๐š ๐Œ๐š๐ญ๐š๐ซ๐š๐ฆ

Gambar
๐€๐ฐ๐š๐ฅ ๐Œ๐ฎ๐ฅ๐š ๐๐ž๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ง๐š๐š๐ง ๐†๐ž๐ฅ๐š๐ซ ๐’๐ฎ๐ฅ๐ญ๐š๐ง ๐๐š๐ ๐ข ๐‘๐š๐ฃ๐š ๐Œ๐š๐ญ๐š๐ซ๐š๐ฆ Walaupun babad-babad dari Jawa juga menyebutkan bahwa penguasa Demak & Pajang telah menggunakan gelar Sultan, namun bukti-bukti sumber primer yang berasal dari catatan atau surat-surat Belanda dan Eropa lainnya menunjukkan bahwa Sultan Agung adalah raja Jawa pertama yang menggunakan gelar "Sultan" menggantikan gelar Susuhunan, gelar barunya adalah Sultan Abdul Muhammad Maulana Matarani (disebut sebagai Sultan Abdul Mahomet Moulana Matavani dalam Dagh Register, 30 Okt. 1641, dalam surat tahun 1642 disebut sebagai Sultan Abdul Mahometh Molany Mattarany). Walaupun di pulau Jawa sendiri beliau bukanlah yang pertama menggunakan gelar Sultan karena lebih dulu digunakan oleh Sultan Banten pada 1638 Kira-kira pada pertengahan 1639, Susuhunan Agung mengirimkan utusan ke Arab dengan menumpang kapal Inggris untuk meminta gelar Sultan. Pada perjalan pulang, utusan ini dibawa oleh kapal Ing...

๐€๐ฉ๐š๐ค๐š๐ก ๐๐š๐ฆ๐š๐ฅ๐š๐ฒ๐ฎ ๐๐ž๐ง๐š๐ซ-๐๐ž๐ง๐š๐ซ ๐“๐ž๐ซ๐ฃ๐š๐๐ข?

Apakah ekspedisi Pamalayu benar-benar pernah terjadi? Untuk membahas hal ini kita harus lebih dulu melihat timeline kapan peristiwa itu terjadi berdasarkan sumber-sumber yang ada: 1274 Keberadaan kota bernama Malayลซr dicatat oleh Ibn Sa'id al-Maghribi 1275 Ekspedisi Pamalayu dilaksanakan, dicatat dalam Negarakrtagama (1365 M), Pararaton (1600 M), Kidung Harsa wijaya (1743 M), Kidung Panji Jayawikrama & Kidung Rangga Lawe Namun sejauh yang saya tahu tidak ada manuskrip non Jawa yang mencatat ekspedisi ini, tidak ada dalam manuskrip lokal Sumatera atau catatan Cina 1281 Yuanshi (1370 M) mencatat Kaisar Cina mengirim duta bernama Sulaiman (Sรน lรก mรกn / ้€Ÿๅ‰Œ่ ป) ke Mรน lรก yรณu guรณ (ๆœจๅ‰Œ็”ฑๅœ‹). Perhatikan disini kata Malayu dilekatkan dengan kata ๅœ‹ yang artinya negara/kerajaan, artinya Malayu pada saat itu adalah kerajaan merdeka, bukan bawahan kerajaan lainnya (atleast menurut sumber Cina) 1286 Prasasti Padang Roco mencatat Kertanegara mengirimkan arca Amoghapฤล›a ke Dharmmฤล›raya.  1295 Yuanshi...