๐๐ฝ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ต ๐ป๐ฎ๐บ๐ฎ ๐ ๐ฎ๐น๐ฒ๐-๐ธ๐ผ๐น๐ผ๐ป ๐ฏ๐ฒ๐ป๐ฎ๐ฟ-๐ฏ๐ฒ๐ป๐ฎ๐ฟ ๐ฎ๐ฑ๐ฎ ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐๐ฒ๐ธ๐ ๐๐ฒ๐ผ๐ด๐ฟ๐ฎ๐ฝ๐ต๐ถ๐ฎ ๐ธ๐ฎ๐ฟ๐๐ฎ ๐ฃ๐๐ผ๐น๐ฒ๐บ๐ ๐๐ฎ๐ต๐๐ป ๐ญ๐ฑ๐ฌ ๐ ?
Geographia versi Ptolemy yang dibuat sekitar 150 M tidak survive manuskrip aslinya, yang kita ketahui sekarang adalah hasil penemuan kembali oleh Planudes pada 1295 M, ia berusaha mencari manuskrip-manuskrip salinan Geographia dan berhasil menemukannya, sayang manuskrip-manuskrip yang ia temukan tidak memuat peta, jadi Planudes kemudian merekonstruksi peta berdasarkan keterangan yang ada di Geographia, jadi peta Geographia yang kita ketahui sekarang adalah hasil rekonstruksi Planudes pada abad ke-13. Sedangkan versi cetak print Geographia sendiri baru muncul pada 1533 M. Ditinjau dari gaya tulisan naskah temuan Planudes tersebut menggunakan gaya tulisan Greek miniscule. Gaya tulisan Greek miniscule baru mulai muncul pada abad ke-10, jadi naskah Geographia temuan Planudes paling tua ditulis pada abad ke-10 dan setelahnya.
Eksistensi Geographia yang asli sendiri masih eksis setidaknya sampai abad ke-5 M ketika Pappus of Alexandria membuat commentary atas buku ini (tanpa melakukan revisi), atleast keotentikan Geographia masih terlacak hingga abad ke-5.
Menurut sejarawan Arab al-Masudi, yang hidup pada abad kesepuluh, bahwa setidaknya ada satu salinan Geographia yang ada dan diilustrasikan dengan kaya dengan peta berwarna yang menunjukkan kota, sungai, laut, dan gunung. Hal ini menunjukkan ada 2 versi salinan Geographia pada abad ke 10, yakni salinan versi Byzantine dan salinan versi Arab, versi Byzantine kemudian ditemukan kembali oleh Planudes pada 1295, sedangkan manuskrip Arab tidak survive dan hilang pada hari ini
Dalam bukunya Murลซj aแธ-แธahab wa-Maสฟฤdin al-Jawhar, al-Masudi mencatat wilayah2 di Nusantara, seperti Zabag (Jawa?), Serbuza (Sriwijaya?), Ramni (Lamuri?), Kalah (Kedah?), dll. Anehnya tidak disebutkan nama Melayu, padahal Al Mas'udi sendiri kemungkinan menyadur informasi2 geografis dari Geographia itu sendiri. Apa mungkin Al Mas'udi sengaja mengabaikan "Maleau-kolon" di Geographia? Atau mungkin "Maleau-kolon" di Geographia memang belum eksis di Geographia versi salinan Arab yang masih eksis pada masa al-Masudi (abad ke 10 M)?
Nama Melayu kemudian muncul di Aja'ib al-Hind (953 M) karya Buzurg bin Shahriyar sebagai laut Malayu (sebetulnya teks aslinya ู
ูุงูู / Malanu, entah kenapa kemudian diintepretasikan oleh Ferrand sebagai "Malayu", mungkin dikira typo). Aja'ib al-Hind sendiri bersumber dari cerita-cerita pelaut Arab & Persia yang berlayar ke Timur Jauh, bukan dari literatur2 Yunani.
Dalam kompilasi 92 naskah-naskah Yunani & Latin yang memuat tentang Asia/Timur Jauh oleh George Coedes dengan rentang abad 4 SM - abad 14 M, hanya Geographia (150 M) yang memuat tentang Maleu-kolon, tidak ada naskah2 Yunani setelah Geographia (150 M) sampai abad ke-14 M yang mencatat tentang "Maleu-kolon" atau "Melayu" secara umum.
Hal ini cukup aneh mengingat bahwa umumnya pengarang naskah2 Yunani & Latin tentu menyadur tulisan-tulisan terdahulu sebagai referensi naskah tulisannya sendiri, misalnya Golden Khersonanse (Semenanjung) masih dicatat di Circumnavigation of the Outer Sea oleh Marcian Of Heraclea (abad ke-5 M), di Ethnika oleh Stephen of Byzantium (abad ke -6 M), dan Commentary on Dionysius Periegetes oleh Eustathius (abad ke-12 M), anehnya Maleu-kolon tidak pernah dicatat di naskah2 Yunani lain selain Geographia
๐ง๐ถ๐บ๐ฒ๐น๐ถ๐ป๐ฒ:
150 M
- Geogrphia ditulis oleh Ptolemy, belum jelas sudah memuat Maleu-kolon atau belum
Abad ke-5 M
- Pappus of Alexandria membuat commentary atas buku ini tanpa melakukan revisi
Abad ke-10 M
- Gaya tulisan Greek miniscule baru mulai muncul, jadi naskah Geographia temuan Planudes paling tua ditulis pada abad ke-10 dan setelahnya
- Menurut Al-Masudi, salinan Geographia versi Arab dilengkapi dengan peta yang memuat kota, sungai, laut, dan gunung dll, namun salinan Geographia versi Arab ini tidak survive
1295 M
Planudes mencari dan dan berhasil menemukan manuskrip Geographia versi Yunani namun tanpa peta, Planudes kemudian merekonstruksi peta berdasarkan informasi yang ada dalam manuskrip-manuskrip Geographia yang ia temukan, manuskrip Geographia versi Planudes ini memuat Maleu-kolon.
๐๐ฒ๐๐ถ๐บ๐ฝ๐๐น๐ฎ๐ป:
- Tidak ada bukti bahwa Geographia yang ditulis pada 150 M sudah memuat Maleu-kolon
- Geographia dan peta yang beredar saat ini adalah salinan dari manuskrip yang ditemukan oleh Planudes di tahun 1295
- Berdasarkan gaya bahasa, manuskrip Geographia temuan Planudes paling tua setidaknya berasal dari abad ke-10 dan era setelahnya
- literatur tertua dari Timur Tengah yang pertama kali menyebutkan "Melayu" adalah Aja'ib al-Hind (953 M) karya Buzurg bin Shahriyar, menuliskan tentang laut ู
ูุงูู / Malanu.
Sumber:
Harley, J. B., and David Woodward, eds. Cartography in Prehistoric, Ancient, and Medieval Europe and the Mediterranean. Vol. 1 of The History of Cartography. Chicago: University of Chicago Press, 1987
Sheldon, J. (2010). Texts of Greek and Latin authors on the Far East from the 4th c. B.C.E. to the 13th c. C.E. Brepols
Mintz, D. (2011). Mathematics for history's sake : a new approach to Ptolemy's Geography.
Empires, ร., & Dilke (2011). Itineraries and Geographical Maps in the Early and Late Roman.
Tibbetts, G. R. (1979). A study of the Arabic texts containing material on South-East Asia. Brill
Peta Golden Khersonese (Semenanjung Malaya) dalam manuskrip Geographia karya Nicolaus Germanicus (1467 M) yang bersumber dari manuskrip dan peta Geographia hasil temuan dan rekonstruksi oleh Planudes (1295 M) ⬇⬇⬇⬇
Komentar
Posting Komentar